Arsip

Archive for Juli, 2011

Mencermati Makna Lebaran Ketupat

Juli 16, 2011 Tinggalkan komentar

“Ketupat lebaran dengan sayap opor ayam, disantap sepulang dari salat Idul Fitri, untuk kakek dan nenek, tetangga, sahabat. Senangnya, subhanallah sungguh nikmat.”

Bait lagu bertajuk Ketupat Lebaran yang dipopulerkan Shafa Natasya Asmarandina (Tasya) tersebut menggambarkan suasana Idul Fitri yang penuh suka cita. Karena sudah menjadi tradisi seusai salat Id, mayoritas kaum muslim biasa berkumpul bersama keluarga dalam acara halal bihalal (maaf memaafkan). Acara maaf-memaafkan biasanya dilakukan dalam lingkup keluarga terdekat terlebih dahulu. Disambung silaturahim ke tetangga di sekitar rumah. Selanjutnya ke sanak saudara berjauhan.

Uniknya, kebanyakan masyarakat Jawa masih mengamalkan tradisi silaturahim dengan tetap menjunjung tata karma. Keluarga yang lebih muda berkunjung ke saudara yang lebih tua.

Menurut tokoh NU, Salahuddin Wahid, tradisi silaturahim dari saudara muda ke yang lebih tua tersebut merupakan cermin dari unggahungguh (sopan-santun). “Sewaktu Gus Dur masih ada, saya pun juga melakukannya setiap Idul Fitri dengan berkunjung ke rumahnya,” kata ulama yang akrab disapa Gus Sholah tersebut. Adapun jamuan khas acara silaturahim biasanya ketupat dengan lauk sayur opor ayam.

Ketupat adalah makanan berbahan dasar beras yang dikemas dalam anyaman daun kelapa muda (janur) berbentuk prisma maupun segi empat. Jika ditarik mundur, tradisi makan ketupat bersama sanak saudara serta tetangga tersebut dipercaya masyarakat Jawa dikembangkan oleh Sunan Kalijaga, yaitu salah satu Walisanga. Baca selengkapnya…

Kategori:Budaya